Umumnya kita pandai membuat alasan dan lihai mencari-cari alasan. Mengapa? Pertama, agar terhindar dari sangsi hukuman. Kedua, kalaupun dihukum, diharapkan mendapat keringanan. Ketiga, untuk menghindar dari tanggung jawab.
Manusia dikaruniai otak untuk berpikir sebelum bertindak. Minimal untung ruginya buat kita apa? kalau ambil keputusan ini, untungnya apa, ruginya apa? Membuat "alasan" pun ternyata berkait erat dengan untung rugi. Ah, rupanya hidup tak bisa lepas dari untung, rugi.
Kalau kita perhatikan dengan cermat, ternyata ada satu perintah ibadah yang kita tidak bisa mencari-cari alasan untuk tidak mengerjakannya. Apa itu? SHALAT!
Anda mau cari alasan apa, untuk tidak shalat? Mentok-mentoknya paling tinggal satu jawaban, yaitu: MALAS! lho kok?
Jawaban atas pertanyaan ini apa coba? Mengapa saudara tadi pagi tidak shalat subuh?
"Bangun kesiangan!" terdengar jawaban tegas.
Aktifkan dong alarm di HP, atau jam wekker (jam meja). Dan mengapa orang tidak shalat Dhuhur, Ashar, Magrib dan Isya?
Terdengar jawaban klise, "Sibuk kerja! Nggak ada waktu! Sedang dikejar deadline! Takut dimarahi bos!"
Oh ya?!! Tetapi mengapa jawaban tadi bisa dikalahkan dengan (maaf), sewaktu Anda sedang sakit perut (terserang diare)! Untuk urusan perut dan dubur, sepertinya nggak ada tuh, alasan dikejar deadline, takut dimarahi bos, lalu Anda menunda-nunda ke toilet. Bisa berabe, khan?
Tetapi mengapa untuk urusan yang lebih luhur, yaitu melaksanakan perintah Allah Swt, Anda berani melanggarnya.
Pada dasarnya tidak ada alasan untuk TIDAK SHALAT! Jika sedang sakit flu (demam tinggi) sehingga tidak bisa wudhu. Bagaimana?
Bila TIDAK memungkinkan kulit tersentuh air, karena luka atau flu. Silahkan bertayamum.
Kalau TIDAK bisa berdiri karena kaki sedang menderita asam urat. Shalat sambil duduk dong.
Jika TIDAK bisa duduk, kepala pusing tujuh keliling. Shalat sambil tiduran, boleh.
Hayo, Mau alasan apa lagi? Jadi sekali lagi TIDAK ada alasan untuk TIDAK SHALAT!
Tidak bisa bergerak sama sekali, tapi mata masih bisa merem melek. Nah, shalat pake isyarat mata, dibolehkan. Kalau pake isyarat sudah tidak bisa? HATI-HATI, bisa-bisa sebentar lagi giliran Anda yang dishalatkan!
Wassalam,
SangPenging@T!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar