Adsense

Kamis, Februari 13, 2014

Kejam

Manusia pada hakikatnya bisa menjadi kejam. Bahkan lebih kejam dari binatang yang paling kejam. Seperti singa, macan, piranha atau pun anjing bulldog. Binatang-binatang tersebut jika lapar dan diberi umpan manusia, maka tanpa pikir panjang tanpa belas kasihan akan segera mencabik-cabik dan menggerogoti badan manusia hingga tuntas.

Aku baru saja melihat di Youtobe tentang kekejaman rejim komunis di bawah pimpinan Pol Pot di Kamboja. Dia berkuasa dari tahun 1975-1979. Mengerikan, bikin hati tercekam ketakutan. Sekitar dua juta rakyat Kamboja dibantainya. Itu sebabnya Kamboja mendapat julukan "Hell on Earth".

Itulah mengapa manusia bisa dibilang kejam. Tetapi manusia juga bisa jadi manusia mulia. Contohnya, Nabi Muhammad Saw. Nah kita-kita ini terserah kita mau disebut manusia mulia atau manusia kejam.

Mulia atau kejam tergantung seberapa hebat tingkat keimanan dan ketakwaan kita. Manusia takwa rasanya nggak mungkin jadi manusia kejam. Manusia yang jauh dari hidayah Allah, sangat rentan digoda setan/iblis. Dan jika jiwa manusia sudah dirasuki iblis, maka seorang manusia bisa jadi manusia kejam. Contoh manusia kejam selain Pol pot, ada Idi Amin, Adolf Hitler, Fir'aun, dll. Anda bisa tambah sendiri deretan nama-nama ini. Atau jangan-jangan orang lain mencantumkan nama Anda (kita) sebagai salah satu manusia kejam, menurut mereka. Hi, ngeri.

Memang betul, kadang-kadang kita tidak merasa telah berlaku kejam. Perilaku kita, yang menurut kita biasa-biasa saja, tetapi di mata orang lain boleh jadi itu menyakitkannya bahkan dianggapnya termasuk dalam kategori kejam. Wow! parah nian ya?

Aku pernah berlaku kejam? Oh bisa jadi betul, bisa jadi salah. Sebaiknya tanyakan kepada orang-orang yang pernah kenal dekat dengan aku. Sebab kalau aku sendiri yang mengatakan "aku bukan manusia kejam", rasa-rasanya kok sombong banget. Sok-sok-an menilai diri bersih dan sok alim. Dan menilai diri sendiri, biasanya tidak bisa obyektif.

Seseorang bisa berlaku kejam terhadap orang-orang yang lemah atau yang berada dalam kekuasaannya. Misalnya, majikan kepada pembantunya. Bos kepada anak buahnya. Penguasa/pemimpin negera kepada rakyatnya.


Melalui tulisan ini, aku sebagai manusia biasa tak luput dari perilaku tak terpuji. Untuk itu aku disini harus mengungkapkan permintaan maafku kepada orang-orang yang (mungkin) pernah kusakiti/kukejami (serius ini), yang boleh jadi ada diantara para pembaca blog-ku ini.

Hamba mohon ampun Yaa Rabb...

Wassalam,
SangPenging@T

Tidak ada komentar:

Posting Komentar