Membicarakan manusia pasti ada habisnya. Sebab manusia itu mudah bosan. Dan hidupnya ada takarannya. Ada yang sampai seusia Nabi Muhammad Saw, 63 tahun. Ada yang lebih dari itu umurnya. Tapi ada pula yang kurang dari itu.
Dan kupikir tidak ada manusia yang ingin hidup selamanya di dunia ini. Meskipun ada juga yang nggak kepingin mati. Takut kalau kehilangan harta, anak-anak dan istrinya.
Padahal kalau waktunya sudah "habis" diusahakan bagaimanapun ya tetap saja selesai alias mati. Sama halnya dengan batere dan accu. Jika umurnya sudah habis, meski diakali dengan cara di strum tetap saja nggak bisa "on" lagi.
Mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus pandai memanfaatkan "waktu" hidupku sebelum habis. Sebab "waktu hidupku" pasti ada batasnya. Tinggal aku mau menggunakannya dengan bijak, atau menginjak-injaknya. Wow, terdengar sadis.
Ya betul, kalau aku tak pandai menggunakan waktu, maka waktu akan habis sia-sia. Makanya ketika waktu shalat tiba, aku harus memanfaatkan sebaik-baiknya.
Yuuk kita sadari itu, kawan. Contohnya, bila waktu shalat subuh terlewat, maka satu "pahala kebaikan/amal shaleh" shalat subuh di hari ini tanggal ini, bulan ini dan tahun ini, ya sekarang ini akan terlewat, dan tidak dicatat oleh malaikat pencatat amal shaleh. Malaikat Rakib subuh ini, tidak mencatat amal shalat subuh kita. Sayang sungguh sayang, bukan?
Tetapi sebaliknya, malaikat Atid akan menulis kesombongan atau kecerobohan (dosa) kita tidak shalat subuh, dengan geram. Satu dosa tercatat di awal pagi ini!
Bisakah kita, ketika kita sudah tiada maka orang-orang yang kita tinggalkan menceritakan tentang kebaikan-kebaikan yang sudah kita lakukan, tanpa kehabisan cerita. Itu artinya, kebaikan kita sangat banyak. Bukannya sedikit, atau malah tidak ada sama sekali.
Hari-hari ini orang Solo dan masyarakat Indonesia yang mengenalnya merasa kehilangan orang baik, seorang mualaf yang dermawan, pengusaha tekstil yang konglomerat, yaitu HM Lukminto. Dia pendiri dan pemilik perusahaan tekstil PT Sritex, di Solo. Dia meninggal RS Mount Elizabethdi Singapura, hari Rabu 5 Februari 2014, pukul 21.40. Semoga amal shalehnya diterima oleh Allah Swt.
Ya betul, waktunya sudah habis. Tetapi hartanya yang sudah dihabiskan di jalan Allah, tidak akan pernah ada habis-habisnya. Artnya, Insya Allah, itu akan terus mengalirkan pahala kepadanya, meski dia sudah di dalam kubur. Subhanallah...
Wassalam,
SangPenging@T!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar