Betapa Nabi Nuh sangat kesal dan marah ketika melihat umatnya menantang Allah untuk mendatangkan bencana kepada mereka.
Sedih nian hati Nabi melihat kaumnya makin liar dan gila dunia! Akhirnya dia berdoa kepada Tuhan, untuk segera mendatangkan bencana kepada mereka yang membangkang dan menantang.
Bayangkan Nabi Nuh dakwah sekitar 950 tahun, jamaahnya hanya sekitar 80 orang doang! Masya ALLAH
Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat kapal besar di atas gunung, bukan di pantai. Para pembesar dan kaumnya makin mengejeknya dia. Mereka bilang "Nuh stress parah! Masak bikin kapal di atas gunung!"
Setelah jamaahnya yang taat semua naik ke dalam kapal, diikuti juga para binatang.
Maka bencana yang mereka nantikan tiba. Air bah (tsunami)setinggi gunung menelan mereka bulat-bulat, tak terkecuali anaknya Nabi Nuh.
Beliau memanggil anaknya, dengan penuh kasih sayang. Tapi anaknya durhaka, tidak mau menuruti nasihat bapaknya. Meski begitu tetap saja Nabi Nuh As. berdoa "Ya Allah, dia anakku jangan tenggelamkan dia" (bagian ini yang bikin aku nangis).
Apa jawab Allah?
Dia (Allah) berfirman, "Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya sungguh tidak baik, sebab itu jangan engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Aku menasihatimu agar (engkau) tidak termasuk orang yang bodoh." (QS Hud/11: 46)
Jadi yuuk kita ingatkan anak-anak kita keluarga kita untuk taat kepada Allah. Salat yang rajin. Perintahkan anak-anak kita terutama yang laki-laki untuk salat subuh di masjid.
Terus terang aku sangat keras kepada anakku jika dia tak ke masjid. Allah memerintahkan kepada kepala keluarga untuk menjaga dirimu dan keluargamu dari api neraka.
Makanya teriakanku bisa seperti rocker "Saaalaaaatt di Masjiiiiid!" ketika melihat dia sudah tiga hari tidak ke masjid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar