Adsense

Selasa, Februari 19, 2019

Diam diam

Diam-diam ternyata...
kau menikam dari belakang

Diam-diam ternyata...
kau menggunting dalam lipatan

Diam-diam ternyata...
kau pandai bersilat lidah di depan hakim

Diam-diam ternyata...
kau musuh dalam selimut

Diam-diam ternyata...
pilihanmu beda dengan pilihanku

Diam-diam ternyata...
kau menutupi kepahitan hidupmu
dengan hutang bertumpuk-tumpuk

Diam-diam ternyata...
kau ingin melihat hidupku
hancur berkeping-keping

Diam-diam ternyata...
kau diam seribu bahasa
tak berkutik di pojok tembok
penjara yang lusuh

Diam-diam ternyata...
apakah ini hanya prasangka burukku
terhadapmu

Diam-diam ternyata...
kau bukan aku
aku bukan kau
lalu siapa kita?
hamba Allah Swt
yang taat
atau
jangan-jangan kita
adalah budak-budak durhaka
yang jadi santapan empuk
setan durjana

----
mfajar irianto
sangPengingat
kampung kalimati
selasa, 19 Februari 2019
pukul 07.21
----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar