Adsense

Rabu, Desember 21, 2011

Yang Penting Bergerak, Bukan Hanya Mimpi DoanK!

Mimpi adalah bunganya tidur. Mustahil ada orang yang nggak pernah mimpi. Minimal mimpi basahlah. Lho? bukankah mimpi basah menunjukkan bahwa seorang anak laki-laki sudah dinyatakan akil baligh. Sudah saatnya anak diharuskan shalat lima waktu!

Mimpi ada bermacam-macam. Mimpi jadi orang sukses, mimpi bercinta, mimpi horor dan mimpi lucu. Pada umumnya mimpi adalah hitam putih alias tidak berwarna. Pernahkah anda bermimpi full color? Pertanyaan ini pertama kali kudengar dari dosen di ISI Yogyakarta dulu. Benar-benar sebuah pertanyaan yang mengagetkan. Lalu pikiranku mencoba mengingat keras, ternyata hasilnya aku pernah bermimpi melihat sedan berwarna merah. Aha!

Umumnya kalau kita tanyakan kepada orang yang sukses, atau yang tiba-tiba sukses, mereka kompak menjawab,"benar-benar nggak pernah mimpi aku bisa sesukses ini!" Mendengar itu aku hanya bergumam, "Ah, masak sih?"

Ini betul-betul diluar kenyataan yang ada di buku-buku tentang kiat sukses. Coba baca deh, biasanya terselip anjuran penulisnya agar kita harus membayangkan atau memimpikan apa-apa yang kita cita-citakan di dalam pikiran kita dengan kuat-kuat. Kalau perlu tulis besar-besar dan tempelkan di dinding kamar tidur, meja kerja atau WC.

Namun ada juga beberapa orang sukses yang jujur mengakui dia memimpikan apa-apa yang diinginkan agar terwujud di depan mata. Artinya bermimpi dan terus menanamkan kuat-kuat mimpinya itu dengan tindakan. Bukan sekedar mimpi saja.

Membangun kesuksesan itu harus dengan cara kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas! demikian kata Sandiaga S. Uno. Siapa dia? Dia adalah pengusaha muda, usianya baru 42 tahun namun sudah dinobatkan sebagai orang terkaya no.27 di Indonesia versi majalah Forbes edisi Desember 2010. Kekayaannya 795 juta US Dollar. Luar biasa!

Oh begitu toh mas Sandi? tanyaku dalam hati. Pantas dia jadi orang terkaya. Rupanya, itu kiatnya. Disamping itu, perlu membangun jejaring pertemanan yang bisa saling bersinergi dengan baik. Plus belajar dengan guru yang mumpuni.

Sementara ini aku masih begini-begini saja. Mungkin kalau tahun 2011 ini ada sensus peringkat kekayaan di antara keluarga Ahmad Ludjito (alm.), aku termasuk urutan paling bawah! hehe.hehe...

Kalau kupikir-pikir ternyata sampai detik ini, aku termasuk jagoan mimpi. Tapi belum kuat dalam mewujudkan mimpi-mimpi itu. Mengapa? Mungkin karena aku sudah termakan bujuk rayu setan. Bukankah setan selalu memanjangkan angan-angan manusia? Mereka selalu berbisik, "nanti saja, ...besok saja, ...kapan-kapan saja!" atau dengan sedikit memaksa dia berbisik keras "besok kan masih ada hari?"

Akhirnya penundaan itu selalu mewarnai kehidupanku. Namun mulai sekarang ini aku bertekad kuat bulat-bulat untuk melawan segala bentuk penundaan itu! Contohnya ini, aku terus menulis setiap pagi di halaman catatan Facebook-ku. Pokoknya terus menulis, mau dibaca atau diabaikan, mau dikomentari atau didiamkan, mau di-"like" atau tidak. Masa bodoh! Yang penting aku menuangkan segala apa yang ada di otakku dan di hatiku. Syukur-syukur ada manfaatnya buat pembaca. Kalau pun tidak, ya sudahlah campakkan saja jauh-jauh!

Wassalam,
SangPenging@T
m fajar irianto ludjito


FB:3 September 2011 pukul 7:43

Senin, Desember 19, 2011

San Diego Hills

Anda pernah mendengar nama San Diego Hill? Kalau belum… nggak usah kaget bahwa itu adalah nama sebuah kawasan pemakaman elit di daerah Karawang, Jawa Barat. Kedengarannya sih seperti sebuah kawasan perbukitan di Negara Amerika, atau di salah satu Negara eropa.
Kawasan pemakaman itu, seperti saya saksikan dalam tayangan di sebuah stasiun TV swasta, tertata apik. Kontur kawasannya berbukit. Nuansa hijau rerumputan terhampar sejauh mata memandang. Di selingi pepohonan rindang dan tanaman berbunga yang tumbuh asri berkelompok tertata rapi. Layaknya surga dunia. Kuburannya juga didesain seapik mungkin dan penataannya terlihat cantik. Ada pula restoran untuk para peziarah. Pokoknya mewah.
Semua agama tertampung di sana. Jadi ada kawasan pekuburan untuk orang Kristen, Katolik, Budha, Khong Hu Chu, serta Islam. Mungkin buat yang atheis ada pula. Lho kok? Kenapa tidak, selama itu menguntungkan dalam hitungan bisnis pengembangnya. Harganya pemakaman di San Diego Hill mulai puluhan juta hingga milyaran Rupiah. Ternyata setelah mati sebagian manusia rela mengeluarkan biaya yang luar biasa. Untuk kalangan berduit, nggak masalah. Toh ini tujuannya untuk membahagiakan orang tua yang sudah wafat.
Namun pertanyaannya apakah seindah itu suasana di dalam kuburan? Yang kita tahu keadaan di dalam tanah yang tertutup rapat adalah gelap hitam pekat, pengap tanpa udara. Berteman cacing, rayap dan hewan tanah lainnya. Tiada nafas kehidupan disana…
Kalau kita buka Al Quran dan hadits ternyata siksa kubur itu ada. Seperti dinyatakan dalam firman Allah: Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong(QS Ali Imran3:56). Dalam firmanNya yang lain dikatakan: Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta"(QS Ali Imran20:124).Kata Rasulullah yang dimaksud dengan “kehidupan yang sempit” dalam ayat itu adalah siksa kubur.
Nggak percaya dan mau bukti? Silakan mati dulu. Namun sayang Anda tak mampu bercerita kepada yang masih hidup ketika anda sudah masuk ke dalam liang kubur. Setelah dikubur Anda akan menunggu entah beberapa lama, tiupan sangkakala kedua oleh malaikat Israfil, untuk menghidupkan Anda kembali di alam baka.
Yang menemani kita nanti di alam kubur adalah segala amal saleh kita. Kita merasa tenteram di alam kubur karena amal ibadah kita. Namun jika lebih banyak dosa yang kita tanam selama hidup dan tidak beriman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Swt, maka dosa-dosa itu akan berubah menjadi makhluk yang mengerikan dan terus menyiksa kita.
Ini sekedar bayanganku. Di dalam pusatnya bola bumi ini apa sih? Magma adalah intinya bumi. Magma adalah bebatuan yang panas membara dan terus bergolak di dalam inti bumi. Konon panasnya mencapai lebih dari 100 derajat celcius.
Lalu ada peti mati atau mayat terbungkus kafan yang di masukkan ke dalam tanah. Nah begitu lubang kuburan itu ditutup gundukan tanah. Kemudian tanah di dalam kuburan itu siapa tahu menjadi begitu lembeknya dan api magma bisa menembusnya. Akibatnya suasana dalam kubur layaknya seperti dalam oven. Aaccchhhhh panassssssssss…!!! Itu untuk orang yang dosanya nauzubillahi min dzalik. Sungguh mengerikan aku membayangkannya. Ah bayanganku kok jadi menyeramkan begitu ya?… Jauh dari suasana di atas kuburan yang tampak asri dan sejuk.
Tapi tanah di dalam kuburan itu jadi semakin tebal sehingga api magma tak dapat menembusnya karena amal ibadah dan pahala yang dikumpulkan oleh sang mayit selama hidupnya. Beruntunglah jenazah yang demikian. Jenazah orang yang beriman, rajin beribadah dan beramal saleh. Serta tidak menduakan Allah Swt. Semoga kita mati dalam keadaan khusnul khotimah (baik). Tidak dalam keadaan kafir dan dimurkai oleh Allah Swt.
Tiba-tiba terdengar suara adzan mengumandang sehingga aku tersentak dari lamunan bayanganku itu. Aku merenungi diriku di atas sajadah panjang yang tergelar pada sebuah masjid. Sudah berapa banyakkah amal ibadah yang kukumpulkan untuk bekal kepulanganku ke kampung akhirat?… Yang pasti bukan di San Diego Hill. Karena tak mampulah keluargaku memakamkanku di sana…

Pernah diterbitkan di catatan facebook; pada 28 September 2010

Senin, September 19, 2011

Jempol dan kawan-kawannya

Jempol tangan ini mempunyai kedudukan istimewa. Paling bongsor di antara jari jemari kita. Cap jempol sering diminta jika kita berurusan dengan pihak yang berwajib. Sebab lebih dari lima milyard penduduk dunia tidak ada satu pun yang sama percis guratan jempolnya. Inilah salah satu dari sekian banyak kekuasaan Tuhan, yang kadang tak terpikirkan oleh kita. Dengan sidik jari jempol sebuah tindak kejahatan bisa terungkap.

Suatu ketika saat aku mengendarai mobil berpapasan dengan mobil lain di sebuah pertigaan jalan. Kemudian segera kuinjak pedal rem, tumben secara reflek tangan kananku segera kuangkat sambil mempersilahkan mobil di depanku untuk jalan duluan. Gerakan tanganku layaknya gerakan tangan petugas hotel bintang lima yang mempersilahkan tamunya masuk dengan takjim.

Aku kaget dengan reaksi pengemudi itu, dua sejoli pasangan muda. Pengemudinya pria tampan berkacamata hitam, di sebelahnya duduk gadis belia nan cantik berambut panjang. Dia membalasnya dengan mengacungkan jempolnya ke arahku sambil tersenyum. Lalu kubalas dengan anggukan kepala. Dan mobil jeepnya pun segera berlalu. Senang hatiku melihat kejadian tadi.

Sebuah acungan jempol tadi menyiratkan berbagai isyarat. Yang jelas dia senang aku beri kesempatan jalan lebih dulu. Atau bisa pula menyatakan aku pengemudi jempolan yang santun(ck ck ck). Ringkasnya jempol ke atas menunjukkan isyarat anda hebat!

Tapi seandainya suatu saat anda sedang naik motor, tiba-tiba ada motor lain yang melaju nyaris menyerempet Anda, lalu tangan pengendara motor itu diacung-acungkannya ke arah Anda dengan posisi jempol terbalik. Tentu itu adalah sebuah isyarat ejekan. Apa reaksi Anda?

Macam-macam tentunya. Bisa segera mengejarnya dan menghadiahi bogem mentah. Atau mengelus dada sambil berdoa semoga dia tidak celaka! Terserah Anda sajalah. Jadi jangan main-main dengan jempol Anda. Pertanyaannya seberapa seringkah Anda menghadiahi jempol kepada lawan bicara Anda? Kan ada tuh gambar jempol di facebook sebagai comment Anda terhadap tulisan/status kawan. Padahal tinggal “klik” saja malasnya bukan main. Apalagi untuk menulis komentar. Betul, kan?

Namun jangan mentang-mentang jari jempol itu istimewa, lalu ketika kita shalat pas duduk dan membaca kalimat tasyahud kita menggerakkan jempol bukannya jari telunjuk. Repot jadinya. Bisa-bisa jamaah sebelah kiri kanan kita terganggu dan berujar “uhg.. lagi stress nih orang!”

Allah menciptakan jari jemari kita dengan tugas-tugas yang berbeda. Jari telunjuk menunjukkan wibawa. Sebuah perintah cukup dengan satu jari telunjuk. Jari telunjuk seorang guru yang ditempelkan ke bibir sambil mata melotot sudah cukup membuat seisi kelas yang semula gaduh menjadi senyap. Jari manis untuk menyematkan cincin tanda cinta sepasang kekasih. Kelingking dengan kuku yang tersembul sedikit berfungsi untuk ngupil dan ngorek kuping. Jari tengah? Maaf untuk bagian bawah. Eits, maksudku untuk membersihkan saluran buang sehabis kita BAB. Luar biasa ya jari jemari tangan kita?

Melihat jari jempol dan kawan-kawannya berfungsi dengan baik dan lincah, kita patut bersyukur kepada Allah Swt.

Artikel ini pernah diterbitkan di Catatan Facebook M Fajar Irianto Ludjito pada 24 Oktober 2010 jam 4:16

Rabu, Juli 20, 2011

Menyambut Bulan Suci

Tamu sudah selayaknya kita sambut dengan senang hati. Kecuali tamu "tak diundang". Lazimnya kita akan kedatangan tamu agung, persiapannya kudu maksimal. Kalau perlu dengan berhutang kepada tetangga, agar tidak mengecewakan tamu kita. Tentu sebaiknya kita tak perlu mengada-ada hanya untuk menyenangkan sekejap. Prinsipnya hormati orang lain (tamu) niscaya kita pun akan dihormatinya.

Apabila diumpamakan sebagai tamu maka bulan Ramadhan ini, pantas disebut sebagai tamu agung/istimewa. Dan sebagai tuan rumah yang baik, sudah selayaknya kita harus menjamunya dengan sepenuh hati. Menjamu bulan Ramadhan artinya kita harus berpuasa dengan khidmat, dan meningkatkan amal ibadah lebih hebat lagi ketimbang di bulan-bulan yang lain.

Bulan Ramadhan disebut pula sebagai bulan suci. Kalau main plesetan kata, maka kata "suci" bisa diplesetkan menjadi "cuci". Artinya bulan dimana kita mencuci bersih hati, pikiran dan perbuatan kita selama sebelas bulan yang lampau dari segala kotoran dosa, kecil maupun yang besar. Dengan harapan setelah Ramadhan, tepat di tanggal 1 Syawal kita terlahir sebagai layaknya bayi yang bersih bebas dari dosa. Hmmm... nikmat bukan? Tapi tentu "syarat dan ketentuan berlaku" dong. Seperti bunyi kalimat yang biasa kita jumpai dalam iklan undian berhadiah.

Artinya apa? Jangan mentang-mentang sudah berpuasa tapi nggak pol, sudah sedekah tapi secuil lalu berharap bisa bebas total dari dosa layaknya bayi baru mbrojol. Tentu tidak sesederhana itu. Allah punya pertimbangan yang ketat. Dan itu diluar perkiraan kita manusia biasa.

Puasa tingkat awam, hanya sekedar menahan makan dan minum. Mata masih jelalatan, lihat cewek berpakaian minim masih sukar menghindarinya untuk tidak melirik.

Puasa tingkat khusus, selain menahan lapar dan haus, mengekang pula panca indera yang lain. Artinya telinga, hidung, dan tangan ikut pula berpuasa. Dan puasanya tingkat yang paling istimewa, adalah ikut mem-puasa-kan hati. Alangkah indahnya kalau kita setiap tahun bisa meningkatkan kualitas puasa kita, tidak semakin menurun kualitas puasa kita. Bisakah?

Tanggal satu Ramadhan tahun ini diperkirakan jatuh bertepatan dengan satu Agustus 2011. Berarti tinggal beberapa hari lagi kita menjalani ibadah puasa. Patut kita syukuri, sebagai orang yang beriman, bila kita bisa menikmati jamuan bulan suci Ramadhan. Nah bila diibaratkan sebuah hidangan, maka bulan suci Ramadhan adalah jamuan dari Allah yang dihidangkan khusus buat orang yang beriman kepada Allah Swt. Orang kafir? No way!

Sambutlah bulan suci dengan hati gembira, tawadhu, penuh rasa syukur. Surga merindukan orang-orang yang berpuasa. Sebaliknya neraka menyukai orang-orang yang menentang dan menantang-Nya, dengan tidak berpuasa.