Anda pernah mendengar nama San Diego Hill? Kalau belum… nggak usah kaget bahwa itu adalah nama sebuah kawasan pemakaman elit di daerah Karawang, Jawa Barat. Kedengarannya sih seperti sebuah kawasan perbukitan di Negara Amerika, atau di salah satu Negara eropa.
Kawasan pemakaman itu, seperti saya saksikan dalam tayangan di sebuah stasiun TV swasta, tertata apik. Kontur kawasannya berbukit. Nuansa hijau rerumputan terhampar sejauh mata memandang. Di selingi pepohonan rindang dan tanaman berbunga yang tumbuh asri berkelompok tertata rapi. Layaknya surga dunia. Kuburannya juga didesain seapik mungkin dan penataannya terlihat cantik. Ada pula restoran untuk para peziarah. Pokoknya mewah.
Semua agama tertampung di sana. Jadi ada kawasan pekuburan untuk orang Kristen, Katolik, Budha, Khong Hu Chu, serta Islam. Mungkin buat yang atheis ada pula. Lho kok? Kenapa tidak, selama itu menguntungkan dalam hitungan bisnis pengembangnya. Harganya pemakaman di San Diego Hill mulai puluhan juta hingga milyaran Rupiah. Ternyata setelah mati sebagian manusia rela mengeluarkan biaya yang luar biasa. Untuk kalangan berduit, nggak masalah. Toh ini tujuannya untuk membahagiakan orang tua yang sudah wafat.
Namun pertanyaannya apakah seindah itu suasana di dalam kuburan? Yang kita tahu keadaan di dalam tanah yang tertutup rapat adalah gelap hitam pekat, pengap tanpa udara. Berteman cacing, rayap dan hewan tanah lainnya. Tiada nafas kehidupan disana…
Kalau kita buka Al Quran dan hadits ternyata siksa kubur itu ada. Seperti dinyatakan dalam firman Allah: Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong(QS Ali Imran3:56). Dalam firmanNya yang lain dikatakan: Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta"(QS Ali Imran20:124).Kata Rasulullah yang dimaksud dengan “kehidupan yang sempit” dalam ayat itu adalah siksa kubur.
Nggak percaya dan mau bukti? Silakan mati dulu. Namun sayang Anda tak mampu bercerita kepada yang masih hidup ketika anda sudah masuk ke dalam liang kubur. Setelah dikubur Anda akan menunggu entah beberapa lama, tiupan sangkakala kedua oleh malaikat Israfil, untuk menghidupkan Anda kembali di alam baka.
Yang menemani kita nanti di alam kubur adalah segala amal saleh kita. Kita merasa tenteram di alam kubur karena amal ibadah kita. Namun jika lebih banyak dosa yang kita tanam selama hidup dan tidak beriman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Swt, maka dosa-dosa itu akan berubah menjadi makhluk yang mengerikan dan terus menyiksa kita.
Ini sekedar bayanganku. Di dalam pusatnya bola bumi ini apa sih? Magma adalah intinya bumi. Magma adalah bebatuan yang panas membara dan terus bergolak di dalam inti bumi. Konon panasnya mencapai lebih dari 100 derajat celcius.
Lalu ada peti mati atau mayat terbungkus kafan yang di masukkan ke dalam tanah. Nah begitu lubang kuburan itu ditutup gundukan tanah. Kemudian tanah di dalam kuburan itu siapa tahu menjadi begitu lembeknya dan api magma bisa menembusnya. Akibatnya suasana dalam kubur layaknya seperti dalam oven. Aaccchhhhh panassssssssss…!!! Itu untuk orang yang dosanya nauzubillahi min dzalik. Sungguh mengerikan aku membayangkannya. Ah bayanganku kok jadi menyeramkan begitu ya?… Jauh dari suasana di atas kuburan yang tampak asri dan sejuk.
Tapi tanah di dalam kuburan itu jadi semakin tebal sehingga api magma tak dapat menembusnya karena amal ibadah dan pahala yang dikumpulkan oleh sang mayit selama hidupnya. Beruntunglah jenazah yang demikian. Jenazah orang yang beriman, rajin beribadah dan beramal saleh. Serta tidak menduakan Allah Swt. Semoga kita mati dalam keadaan khusnul khotimah (baik). Tidak dalam keadaan kafir dan dimurkai oleh Allah Swt.
Tiba-tiba terdengar suara adzan mengumandang sehingga aku tersentak dari lamunan bayanganku itu. Aku merenungi diriku di atas sajadah panjang yang tergelar pada sebuah masjid. Sudah berapa banyakkah amal ibadah yang kukumpulkan untuk bekal kepulanganku ke kampung akhirat?… Yang pasti bukan di San Diego Hill. Karena tak mampulah keluargaku memakamkanku di sana…
Pernah diterbitkan di catatan facebook; pada 28 September 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar