Adsense

Jumat, Oktober 06, 2017

TINGGAL BERAPA KILOMETER?

Ketika melihat odometer pada dashboard mobil terlintas ide untuk menulis catatan ini. Ya seperti judul tulisan ini. Itulah pertanyaan yang menggelayuti benak pikiranku. Menjalani hidup ini sepertinya kita sedang melakukan perjalanan kembali ke kampung (alam) akhirat. Mau nggak mau harus dijalani. Tujuannya? Tergantung peta yang Anda bawa. Zabur, Taurat, Injil atau Al Qur'an.

Dulu Nabi Adam dan Siti Hawa hidup nyaman di surga. Segala serba ada. Mau ini itu tinggal ambil. Melihat kenyamanan hidup yang dinikmati Adam dan Hawa maka iblis, setan dan konco-konconya iri. Lalu disusunlah segala strategi jitu untuk merampas segala privilige yang dirasakan "kakek moyang" kita. Hasilnya? Mereka terbujuk oleh rayuan manis iblis untuk makan buah terlarang. Akhirnya mereka dicampakkan ke dunia yang fana ini. Dan kita pun ada di sini, sebagai anak keturunan Adam dan Hawa.

Sejak lahir dan hidup di muka bumi, maka disitulah kita mulai melangkah dan terus melangkah sampai ruh meninggalkan raga. Kadang langkah kita cepat, kadang lambat. Boleh jadi kita ambil langkah seribu untuk menghindari gigitan anjing tetangga, ketika kita kecil dulu suka mengambil jambunya. Anjing itu terbangun dari tidurnya, karena suara berisik kita.

Layaknya kita menempuh perjalanan jauh, maka bekal harus cukup. Peta jangan lupa. Kondisi fisik dijaga. Agar nyaman diperjalanan dan selamat sampai tujuan. Seorang ustadz berujar, kalau kita ingin pergi dari Kalideres (misalnya kita tinggal di Kalideres bukan California) mau ke Pulo Gadung, nggak mungkinlah kita bekal 10 juta lalu pakaian sepuluh stel. Tapi ketika kita berangkat ke Surabaya untuk kunjungan selama 10 hari, kita hanya bekal pakaian dalam saja alias cancut dan uang 100ribu. Apa waras? mungkin orang akan bilang "gila kale lu ye?"

Nah ini kita sedang menempuh perjalanan jauh, pulang ke kampung akhirat. Kampung dimana tempat asal usul Adam dan Hawa yakni surga. Bukan tempatnya iblis dan teman-temannya yaitu neraka. Dan bukan sekadar pulang kampung atawa mudik di saat lebaran. Itu kampungnya Bapak'e dewek. Tentu bekalnya juga harus pol-polan, sebab tujuan kita adalah kampung surga bukan kampung akhirat neraka. Dan bekalnya yang pokok adalah tiga;1.Amal ibadah/jariah, 2. Ilmu yang bermanfaat untuk orang banyak dan 3. Doa anak yang sholeh.

Kalaulah umur kita diumpamakan kilometer. Dan rata-rata umur orang Indonesia sekarang katakanlah 75 tahun. Maka artinya kita akan menempuh perjalanan hidup didunia ini sepanjang 75 Km atau 75.000 Meter atau 7.500.000 Cm (bener gak neh hitung2annya, soalnya dulu aku IPS sih). Sesudah itu kita dikubur alias game over.

Maka kalau aku sekarang usianya sudah menginjak 48 tahun, itu artinya aku sudah menempuh perjalanan hidup ini sepanjang 48 Km dan tinggal 27 Km lagi sampai dah kota tujuan. Kota masa depan yakni Kuburan City. Dan tinggal di rumah masa depan yaitu Liang Lahat Residence. Pertanyaannya "tinggal berapa kilometer lagi Anda sampai dikota tujuan?" Tentu hanya Allah yang tahu. Dan yang penting lagi kemana nanti kita tinggal di alam akhirat? Pilihan terserah Anda mau di Surga atau Neraka.

artikel tulisan ini aku tulis di Facebook tanggal 6okt2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar