Kemarin siang aku pergi ke penerbit Lentera Hati. Membawa Dummy buku tulisanku. Harapannya sih, semoga Lentera Hati berminat menerbitkan bukuku itu.
Selepas Dhuhur aku dalam kebimbangan. Mengirimkan naskah itu sekarang atau esok harinya. Kuputuskan sekarang saja. Aku bosan menunda!
Esok paginya kukirim surel (email) lewat website lentera hati. Kutulis bahwa aku kemarin telah mengirim naskah buku ke penerbit Lentera Hati di jalan Kertamukti, di daerah Ciputat. Diterima oleh seorang wanita di bagian recepsionist.
Terus terang ini kiriman naskah ke penerbit berbeda, untuk yang kedua kali. Naskahku ditolak oleh penerbit yang pertama. Mereka bilang, bukunya ke-gede-an formatnya. Waktu itu aku bikin ukuran A4. Judulnya, membingungkan orang awam, katanya. Kalau buat orang iklan sih, mungkin pasti jelas judul itu, walau tanpa penjelasan yang detil.
Dan setelah kukecilkan formatnya jadi setengahnya, lalu judulnya aku ubah, kini aku kirimkan ke penerbit yang lain (Lentera Hati). Nggak tahu nih hasilnya, ditolak lagi atau diterima? Positive thinking aja, Bro!
Pulang dari sana. Hujan deras mengguyur. Untung di bagasi motor ada jas hujan. Lewat lebak bulus, ada bisikan buat mampir ke carrefour. Ah, tidak. Bikin repot saja. Hujan-hujan begini, sempet-sempetnya cuci mata.
Masuk toko, jika dompet tipis. Bikin kheki. Mau beli ini, itu, nggak bisa. Akhirnya cuma bisa berkata dalam hati, "Ntar lo, kapan-kapan gue beli ini barang!". Paling bisanya hanya membatin.
Ternyata nggak punya duit itu, nggak nyaman. Kelebihan duit juga bisa menggelincirkan. Buku laris bikin isi dompet jadi tebal. Itu jelas harapan setiap penulis.
Ah, sudahlah nggak usah berpikir terlalu jauh. Sekarang pikiranku lagi terfokus kepada "menunggu jawaban positif dari penerbit Lentera Hati milik pak Quraish Shihab".
Semoga dapat kabar baik dari sana. Aku yakin kalau Allah meridhoi, pasti dimudahkan jalannya. Aamiin..
Wassalam,
SangPenging@T!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar