Adsense

Minggu, Agustus 24, 2014

Menulis Novel

Aku ingin menulis novel. Tersulut semangatku gara-gara keranjingan membaca novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Gila! Edan! Luar biasa! sebuah novel yang mengaduk-aduk perasaanku. Pandai nian dikau, Bung Andrea. Kau olah kata-kata jadi suatu kalimat yang indah, yang mampu menggugah dan mengguncang dunia sastra Indonesia.

Kini sudah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa di muka bumi ini. Ck ck ck... dua jempol kuacungi buat kau! Dan diam-diam aku memendam rasa ingin juga seperti kau. Tapi macam mana pula caranya, kawan?

Diam-diam pula aku mulai merangkai kata-kata. Plot cerita sudah jadi. Tinggal mewujudkannya menjadi sebuah novel. Mimpiku sih bisa jadi novel trilogi. Hmmm... mantap! satu saja belum jadi, sudah hendak bikin tiga. Mimpi kau, fajar? Yes, I'm dreaming about that, bro!

Membaca dan menulis. Membaca karya sastra yang kuanggap baik, dan menulis apa yang terlintas di benakku. Sebuah aktivitas yang membangkitkan passion-ku. Menulis novel pertamaku sudah kumulai sejak tanggal 11 Agustus 2014, hari Senin, minggu lalu.

Aku patut bersyukur kepada Ilahi Robbi. Atas karunia yang telah diberikan kepadaku. Apakah ini bakatku? Yang sudah lama kusia-siakan, akibat kemalasanku memulainya. Atau memang karena belum ada pemicunya. Nah, kupikir novel Laskar Pelangi itulah pemicunya. Yang meledakkan semangatku untuk menuangkan apa yang ada dalam benakku ada dalam perasaan hatiku. Yeah! nulis lagi, lagi dan lagi.....

Oh ternyata menulis itu nikmat....

Wassalam,
SangPenging@T!

Rabu, Agustus 13, 2014

Robbin William Tewas Mengenaskan

Artis Hollywood Robbin William ditemukan bunuh diri di kamarnya. Siang, 11 Agustus 2014. Dia tenar. Dia hebat. Dia luar biasa aktingnya. Tapi dia dilanda depresi. Rupanya hidup di dalam film beda jauh dengan kehidupan nyata. Dia mengakhiri hidupnya di usia 63 tahun

Dia bukan aktor yang pertama melakukan bunuh diri. Jadi aktor ataupun aktris tidak bisa dijadikan panutan mutlak. Beda dia di film dengan di kehidupan nyata.

Memang betul bahwa sebagai muslim idola terbaik kita adalah Nabi Muhammad Saw.

Artikel tulisan ini begitu singkat. Yeah seperti kehidupan ini, bukankah juga teramat singkat, Sobat?

Wassalam,
SangPenging@T!

Bingung

Aku ingin berteriak pada dunia. Dunia yang mana kutak tahu pasti. Tapi sebenarnya kupasti tahu. Ah, membingungkan. Kalimatku rancu, sesuai pikiranku yang kacau ketika menuliskan artikel ini.

Suka-suka aku mau nulis apa. Dan suka-suka kau mau baca atau melewatkannya. Dunia memang sulit dimengerti oleh yang papa. Papa ilmu, papa rasa, paparozi. Ah, membingungkan lagi.

Sudah jelas, baik pakai jilbab. Tapi mengapa dikau lepas jilbab, Marshanda? Dan masih ada beberapa artis lagi yang lepas jilbab. Jangankan artis, tetangga aku aja ada yang buka jilbab. Padahal sudah beberapa bulan yang lalu dia terlihat cantik pakai jilbab. Eh, sekarang kemana-kemana umbar aurat rambut.

Memang manusia sukar dimengerti. Makanya aku ingin berteriak kepada dunia. Tapi dunia mana yang musti aku teriaki.

Memang dunia satu. Tapi dunia itu terbagi ke dalam bagian yang manusia suka-suka membaginya. Ada dunia ilmu pengetahuan, ada dunia musik, ada dunia hitam ada dunia putih, ada dunia iklan ada dunia the haves (orang kaya), ada dunia kaum jelata ada dunia wanita. Oh ternyata ada 1001 macam dunia. Aku tetap masih bingung mau teriak di dunia yang mana.

Ah nggak usah bingung-bingung. Teriak saja di blogspotmu ini. Oh iya yaa...

Oke aku akan teriak sekarang. Tapi bingung aku harus teriak apa?

Wassalam,
SangPenging@T

Selasa, Agustus 12, 2014

Mengirim Naskah Bukuku

Kemarin siang aku pergi ke penerbit Lentera Hati. Membawa Dummy buku tulisanku. Harapannya sih, semoga Lentera Hati berminat menerbitkan bukuku itu.

Selepas Dhuhur aku dalam kebimbangan. Mengirimkan naskah itu sekarang atau esok harinya. Kuputuskan sekarang saja. Aku bosan menunda!

Esok paginya kukirim surel (email) lewat website lentera hati. Kutulis bahwa aku kemarin telah mengirim naskah buku ke penerbit Lentera Hati di jalan Kertamukti, di daerah Ciputat. Diterima oleh seorang wanita di bagian recepsionist.

Terus terang ini kiriman naskah ke penerbit berbeda, untuk yang kedua kali. Naskahku ditolak oleh penerbit yang pertama. Mereka bilang, bukunya ke-gede-an formatnya. Waktu itu aku bikin ukuran A4. Judulnya, membingungkan orang awam, katanya. Kalau buat orang iklan sih, mungkin pasti jelas judul itu, walau tanpa penjelasan yang detil.

Dan setelah kukecilkan formatnya jadi setengahnya, lalu judulnya aku ubah, kini aku kirimkan ke penerbit yang lain (Lentera Hati). Nggak tahu nih hasilnya, ditolak lagi atau diterima? Positive thinking aja, Bro!

Pulang dari sana. Hujan deras mengguyur. Untung di bagasi motor ada jas hujan. Lewat lebak bulus, ada bisikan buat mampir ke carrefour. Ah, tidak. Bikin repot saja. Hujan-hujan begini, sempet-sempetnya cuci mata.

Masuk toko, jika dompet tipis. Bikin kheki. Mau beli ini, itu, nggak bisa. Akhirnya cuma bisa berkata dalam hati, "Ntar lo, kapan-kapan gue beli ini barang!". Paling bisanya hanya membatin.

Ternyata nggak punya duit itu, nggak nyaman. Kelebihan duit juga bisa menggelincirkan. Buku laris bikin isi dompet jadi tebal. Itu jelas harapan setiap penulis.

Ah, sudahlah nggak usah berpikir terlalu jauh. Sekarang pikiranku lagi terfokus kepada "menunggu jawaban positif dari penerbit Lentera Hati milik pak Quraish Shihab".

 Semoga dapat kabar baik dari sana. Aku yakin kalau Allah meridhoi, pasti dimudahkan jalannya. Aamiin..

Wassalam,
SangPenging@T!