Adsense

Selasa, Juni 30, 2009

Apa hikmah dibalik kematian michael jackson?

Saya turut berduka atas kepergian Jacko!
Michael Jackson meninggalkan alam fana/dunia ini, hari kamis,25 juni 2009, pukul 2.26pm waktu setempat di rumah sewaannya di kota Los Angeles. Karena gagal jantung. Dugaannya terlalu banyak mengkonsumsi obat penenang(?). Tapi ada juga yang bilang dia terlalu bersemangat dalam latihan untuk mempersiapkan tour dunia yang bertema "THIS IS IT"(sehingga jantungnya ngos-ngosan). Tour tersebut akan diawali di Inggris tgl. 13 Juli 2009.
Sayang pertunjukan tidak bisa terwujud karena dia keburu jumpa dengan malaikatul maut.
Banyak hal bisa kita ambil hikmahnya dari kematian Michael Jackson di usianya yang ke-50 tahun ini. Dia dilahirkan 29 Agustus 1958.
Hikmah yang bisa kita ambil, diantaranya; PERTAMA: bahwa kita harus jadi semakin sadar bahwa kesuksesan duniawi tidak berlangsung lama. Paling lama 10 - 15 tahun.
Kalau mas Jacko suksesnya dinikmati antara tahun 1980-1995. Hits-nya Beat it, Billie Jean, Thriller, Black or White. Dia menciptakan gerak moonwalk. Dan dijuluki THE KING OF POP. Apa julukan anda?
Jadi kumpulkan bekal sebanyak mungkin untuk kepulangan kita ke kampung akhirat.
Jangan dunia melulu yang dipikirin. Emang lu siape?
Lalu KEDUA; dalam hidup yang pendek ini kita harus punya sesuatu yang bisa dikenang lama. Jadi lihat diri kita, apa talenta kita? Temukan dan kembangkan semaksimal mungkin! Manusia mati meninggalkan nama. Contoh Nabi Muhammad Saw. walaupun meninggal sudah ribuan tahun lalu. Namanya tetap bersemayam di hati kaum muslimin.
KETIGA, obat penenang itu sesungguhnya nggak bikin hati tenang. Bukankah dalam Al Quran sudah ditegaskan bahwa yang membuat hati tenteram itu, ya dengan banyak berzikir, berzikir dan berzikir. Banyak2 ingat kepada sang pencipta, Allah Swt.
KEEMPAT, Jangan berbuat asusila nanti kita akan tercela.(Jacko terlibat child sexsual abuse th.1993)
KELIMA, jangan bersikap semena-mena kepada anak kita. Main pukul, mudah mencela dan memakinya. Hargai anak kita, bukankah anak adalah titipan Ilahi?
Kasihan Jacko. Dia ketika kecil, sering mendapat pukulan dan celaan dari ayahnya. Tapi ternyata... justru dia yang mengangkat nama keluarga Jackson.
KEENAM, berdoa kepada Allah Swt. agar kita meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Dalam iman dan islam. Caranya jangan tinggalkan ibadah (shalat, sedekah dll.)

Selamat jalan mas Jacko!

Kamis, Mei 21, 2009

Sudah empat puluh tujuh tahun.

Hari ini tgl 21 Mei 2009 tepat usiaku empat puluh tujuh tahun. Dari data kelahiran yang pernah aku lihat dan sekarang entah kemana itu surat, aku dilahirkan di sebuah klinik di daerah Mayestik, hari senin menjelang subuh.

Jadi kalau masih ada umur panjang, insya Allah tiga tahun lagi sudah kepala lima? Wow ternyata menjadi tua itu nggak lama yaaa. Itu kata saya. Tapi kalau ditanyakan kepada anak sma, seusia anakku yang baru tujuh belas tahun; jawabnya," uih lama lah pak!"

Tak tahu masih berapa lama umur yang tersisa untukku. Aku musti bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Hatiku berkata begini," Ayo coba renungkan dan pikirkan apa yang sudah kau kerjakan untuk dirimu, keluargamu, keluarga besarmu dan keluarga dari pihak istrimu, tetanggamu dilingkungan Rt, Rw, Kelurahan, dan bangsamu? "

Dan yang terpenting dari semua itu adalah sudahkah kau menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah? Sudahkah ibadahmu selama ini baik dan benar? Berapa banyak dosa yang sudah kau perbuat? Dan berapa banyak kebaikan yang mendatangkan pahala yang sudah kau lakukan?

Bagaimana dengan perintahNya, sudahkah kau kerjakan dengan ikhlas dan tu'maninah?

Lalu bagaimana pula dengan semua laranganNya, apakah semuanya bisa kau tinggalkan atau hanya sekian persen yang kau tinggalkan; namun lebih banyak yang kau langgar?

Ya Allah, Lapangkanlah kubur kedua orangtuaku, terimalah segala amal ibadahnya. Luaskan rezeki hamba ya Allah. Agar hamba lebih banyak lagi bisa beramal shaleh.

Tersungkur hamba dihadapanMu ya Allah. Hamba memohon ampun kepadaMu ya Robbi, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku. Juga dosa saudara2ku seiman.

Berilah hamba petunjukMu agar tahu mana jalan lurus menuju surgaMu. Karuniakan kepadaku kekuatan untuk melawan kemalasan, kebodohan, kikir, dan iri. Amin ya Robbal alamin.

Semoga apa yang menjadi cita-citaku selama ini segera terwujud atas ridhoMu ya Allah.

Minggu, Mei 17, 2009

Jangan Tunggu Esok, Kalau Bisa Sekarang!

Memang menunda itu suatu sikap yang kurang bijak.
Bayangkan, kalau aku renung-renungkan menunda itu banyak ruginya ketimbang untungnya.
.
Contoh ini, gara2 aku menunda menulis. Menunggu datangnya ilham, eh nggak tahunya sudah hampir 3 bulan blogku nggak aku update.
.
Maunya sih dikonsep dulu di komputer baru ditampilkan diblogspot ini.
Ah nyatanya nggak jadi2 juga tulisannya. Makanya mulai sekarang, kalau aku ingin menulis
aku tulis sajalah di blogspot ini.
Lalu mengeditnya belakangan. Yang penting nih ide nggak keburu beku di otakku atau hilang.
.
Terbukti menunda kebaikan itu jelek.
Bos di kantor pantas senewen kalau aku menunda barang sebentar sebuah tugas yang bisa diselesaikan dengan segera.
.
Dia bilang menunda pekerjaan akan berakibat tagihan terlambat dibayar, dan ujung-ujungnya gajian telat!
O, begitulah dunia kerja. Cepat, cepat dan harus cepat.
Tapi kalau urusan mendisain disuruh cepat-cepat memangnya bikin telur ceplok.
.
Kesimpulannya memang irama kehidupan ya seperti itu jika bisa cepat mengapa dibikin lambat.
.
Yuk kerja cepat, menulis kilat.
Sudahlah urusan ide biar mengalir sendiri sesuai dengan gerakan jemari menari menekan tuts di keyboard komputer.
Yang penting jangan tunggu esok, kalau bisa sekarang!

Sabtu, Februari 07, 2009

Filter Suara hati

Betapa senangnya hati ini kalau sudah disinari oleh Cahaya Ilahi. Hati menjadi tenang. Kecemasan pergi menjauh. Mau beraktivitas jadi semangat.
Tapi kalau Cahaya Ilahi tidak menyinari hati. Hufh, rasa was-was, ragu-ragu dan cemas terkadang suka menyergap hatiku. Heran juga. Tidak ada masalah, kok hati tiba-tiba punya perasaan seperti itu.

Aku telpon sahabat karibku, kukabarkan perasaan hati ini. Jawabnya cespleng (ampuh)! Kata sahabatku, "Pokoknya ingat Allah, mohonlah pertolongan kepada Allah Swt."

Aku jadi sadar. Mungkin saja salatku berarti belum begitu khusuk ya? Dan bukankah Allah sudah mengatakan dalam ayat 28 surah Ar Raad/13: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Sesudah membaca ayat tadi dan kemudian berzikir. Iman akan menjadi semakin kokoh. Hati jadi tidak gampang goyah. Terombang-ambing di antara kebimbangan. Galau dan gundah jadi sirna.

Wahai teman, yuuk kita perbanyak ingat Allah dengan sering berzikir. Bukankah salat juga dipenuhi oleh bacaan zikir. Makanya rajin salat lima waktu. Namun kalau sudah salat, hati belum juga tenang, bagaimana? O, berarti salatnya belum serius alias kurang khusuk. Kalau salatnya bagus, akan timbul perasaan maknyes (sejuk) di hati ini.

Akibat salat yang khusuk plus banyak melakukan amal sholeh lainnya. Nanti kita seakan-akan punya filter atau saringan batin yang sangat halus sekali. Sehingga kalau mau berbuat sesuatu, radar suara hati kita akan mengirimkan sinyal berupa bisikan halus yang insya Allah, akan menyelamatkan kita. 

Dan filter suara hati itu tergantung dari tingkat keimanan kita.

Ditingkat yang paling dasar bisikannya bisa berupa; "Allah melihat atau tidak?" Nah ini pertanyaan orang awam yang imannya standar. Orang kafir nggak mungkin di hatinya timbul pertanyaan semacam ini. Lha percaya tuhan aja tidak. Makanya ketika orang beriman berbuat sesuatu yang dilarang Allah, konon disaat itu dia sedang lemah imannya. Wallahu alam.

Kemudian setelah lolos dari pertanyaan pertama. Muncul pertanyaan dalam hati yang kedua; 
"Allah suka atau tidak?" Kalau tidak suka ya hentikan segera!

Dan kalau pertanyaan itu belum mampu menghentikan niat kita untuk berbuat jelek. Atau kita tetap malas untuk melakukan amal saleh. Selanjutnya suara hati akan langsung mengirimkan sinyal pertanyaan yang paling dahsyat. Yakni; "Allah ridho atau murka nih, dengan perbuatan saya ini?"

Kalau jawabnya terdengar lembut "Allah ridho dengan perbuatanmu" yaa take action now, jangan ditunda! Tapi kalau jawabannya terdengar keras"perbuatanmu ini akan mendatangkan murkanya Allah!" Nah segera tinggalkan jauh-jauh. Jangan sentuh. Apalagi mencobanya. Oke?

Semoga Allah Swt senantiasa membimbing kita agar teruss tetap berada di jalan yang diridai-Nya. Aamiin


Wassalam,
sangPenging@T