Satu demi satu
dipanggilNya
satu demi satu
dikafani
satu demi satu
dimasukkan ke dalam kubur
satu demi satu
pertanyaan diajukan
satu demi satu
mau mungkir
dari dosa yang dilakukannya
rupanya tak bisa
Terlambat sudah
sudah terlambat
Nyawa sudah terpisah
terpisah sudah kita kawan
kau duluan
atau aku duluan
tak ada yang tahu
Kuburan tempat peristirahatan terakhir kita
bukan rumah mewah
bukan apartemen mewah
bukan di kolong jembatan
bukan di bawah pohon
...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar