Adsense

Selasa, Maret 08, 2011

Aku Dan Buku

Buku pengetahuan bisa menambah kepandaian kita. Itu jelas. Tentu kalau buku tersebut kita baca dan pahami isinya, lalu dipraktekkan.
Kemudian jika ada sesuatu yang bermanfaat maka kita jadikan itu sebagai acuan/kiat untuk menjalani hidup ini. Apa pun profesi kita, umumnya ada buku yang bisa kita baca untuk menunjang keahlian kita. Dengan buku kita jadi tahu lebih banyak.
Seribu tantangan yang menghadang bisa kita hadapi dengan membaca dan mempraktekkan apa kata buku. Buku banyak ragamnya. Mulai dari pengetahuan umum sampai pengetahuan yang khusus.
Tanpa buku manusia tetap bisa hidup. Itu tak dimungkiri. Sebab untuk hidup, jasmani kita membutuhkan makan bukan sekedar baca buku. Makan itu penting, baca buku tak boleh diabaikan.
Orang yang membaca buku dan tidak, akan terlihat bedanya ketika menghadapi ujian kehidupan. Apalagi ujian sekolah!
Kesukaanku dengan buku sejak di bangku SD dulu. Hobiku adalah melihat cover-nya buku lalu gambar-gambar di dalamnya. Membacanya? Malas. Mungkin karena aku tak lancar membacanya. Seingatku aku baru bisa membaca ketika kelas dua. Luar biasa bodohnya? Boleh jadi.
Di pontianak dulu, aku merengek minta langganan majalah Bobo. Akhirnya dipenuhi oleh orangtuaku. Ketika datang edisi yang baru, aku hanya melihat gambarnya. Membacanya tidak telaten.
Buku bahasa Inggris yang kubeli sewaktu SD adalah Conversation in English. Hanya untuk dibeli dan dimiliki. Namun malas untuk dipelajari.
Ketika SMA, setali tiga uang. Alias sami mawon, membeli buku hanya untuk memenuhi perintah guru. Membacanya ogah-ogahan. Paling-paling kata pengantar, daftar isi lalu membaca isinya jika disuruh bapak dan ibu guru.
Setelah kutahu diterima di STSRI Asri (kini ISI Yogyakarta), maka tatkala aku mengunjungi pameran buku sekitar tahun 1982 aku membeli textbook judulnya “Advertising Theory and Practice” penulisnya Sandage dkk. Kuciumi buku itu, kulirik isinya dan jarang kubaca.
Baru terasa manfaatnya buku itu ketika aku menulis skripsi. Dengan susah payah kucerna isinya. Mataku melotot antara buku itu dan kamus. Pikiranku berusaha keras menangkap makna kalimat yang tertuang di buku itu. Sulit memang tapi tak bisa kuhindari. Aku tak ingin mengecewakan ayah, yang sudah bersusah payah membiayaiku kuliah dijurusan yang paling kusukai.
Aku suka dunia iklan, graphic design dan lukisan. Aku cinta dunia Islam. Dan aku senang sesuatu yang berkaitan dengan motivasi. Oleh karena itu koleksi bukuku ya seputar dunia itu.
Ayahku tatkala meninggal dunia, mewarisiku banyak buku agama. Ini memacuku untuk memperdalam Islam. Aku bermimpi bisa mewariskan buku tulisanku dalam bidang yang kucintai itu.
Bagiku buku yang istimewa sudah pasti adalah Kitab Suci Al Qur’an. Al Qur’an adalah pedoman dan tuntunan hidup manusia muslim yang bertaqwa.
Aku melazimkan membaca Al Qur’an setiap hari. Aku mengerjakannya seperti yang biasa orangtuaku lakukan sehabis shalat subuh. Tiada hari tanpa membacanya. Serasa ada yang kurang jika tak membacanya. Aku biasakan pula membaca terjemahannya. Ini dapat mengokohkan keimananku.
Untuk Anda yang belum biasa membaca Al Qur’an setiap hari. Yuk mulai hari ini kita latihan! Insya Allah, kalau sudah terbiasa nanti akan nyaman dan terasa nikmatnya membaca Al Qur’an. Jangan jadikan Al Qur’an hanya menjadi pajangan belaka. Sayang…bukan?
Tatkala membaca buku “Mukjijat Al Qur’an” tulisan M. Quraish Shihab, hatiku tersentuh ketika dia menuliskan pesan orangtuanya yang disampaikan sambil berbisik, “Bacalah Al Qur’an, seakan-akan ia turun kepadamu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar