Adsense

Rabu, Mei 31, 2017

Agama Warisan?

Agama yg kita peluk memang awalnya adalah WARISAN!
dari orangtua, tetapi bukankah kita dikarunia akal sehat

dan setelah kita dewasa,
kita mau TETAP MUSLIM
atau mau beralih jadi KAFIR ..alias MURTAD
>>> nauzubillahi min dzalik...
atau mau TETAP KAFIR (ikut agama warisan dari orangtua)

atau mau JADI MUALAF

itu adalah PILIHAN
sekali lagi PILIHANMU dhewek! (sendiri)

Sebagai manusia dewasa yang cerdas berpikir

sebab surga dan neraka
adalah pilihanmu!

Dan ingat! sekali lagi harus di-INGAT bahwa; kita bisa masuk surga-Nya
karena rahmatnya ALLAH SWT.

Kalau sekedar mengandalkan amal saleh.... jauuuh
jauuh banget kita bisa masuk surga karena amalan kita.
paham, bRO?

HIDAYAH-NYA itu dicari
bukan datang sendiri
semoga Allah Swt tetap mengaruniakan kepada kita
iman Islam hingga akhir hayat

Aamiiin...

wassalam,
sangPengin@T

Senin, Mei 22, 2017

Lima Puluh Lima Tahun

Kemarin 21 Mei 2017 aku mencapai usia 55 tahun. Usia setengah baya yang tak bisa dibilang muda. Sudah memasuki masa setengah manula.

Tahun 1962 yang lalu aku dilahirkan. 

Yang kurasa aku masih muda. Tapi tenaga tak bisa ditipu. Aku sadar bahwa aku sudah tua. Tetapi cucu belum punya, karena anak-anak belum ada yang menikah.

Perayaan kemarin, seperti bukan perayaan saja. Memang dibuat seperti itu, ditempelkan berbarengan dengan arisan Keluarga Eyang Rispandi di rumah adikku Ita. Rumahnya ada di belakang rumahku. Ini adalah eyang dari pihakku bukan dari pihak istriku.

Istriku punya ide untuk memberi nasi bungkus sebagai tentengan peserta arisan ketika pulang. Oh iya, good idea! kataku.

Sebungkus Rp 25.000,- Isinya Nasi bakar, Ayam Bakar sambal ijo, tempe dan tahu, kerupuk udang, mentimun dan buah pisang. Wow!maknyus. Setiap orang satu bungkus. Hmmm... mantap. Biasanya sih satu bungkus untuk satu keluarga. Ini saranku, di kasih perorang saja, bu. Istriku setuju.

Semoga berkah dan hidupku makin tua makin bermakna.

Wassalam,
sangPenging@T

Pak Tua

Dia terbaring koma
di rumah sakit umum daerah
Cengkareng

Aku lihat perawatannya di ruang kelas 3
sekedarnya saja, maklum pasien kelas bawah
hanya ada infus untuk mengisi perutnya

Anak-anaknya entah kemana
menunggunya enggan

Ssudah dua hari tak ada yang menunggu
kata penunggu pasien ruang sebelah

Dasar anak tak tahu balas budi
aku bergumam dalam hati

Ada apa dengannya?
ada apa dengan anak-anaknya?

Semua kita tak tahu
akan seperti apa
ketika bertemu muka dengan ajal

Itulah misteri hidup dan kehidupan

Istrinya dibilang Pak Tua itu, sudah mati
itu aku tak tahu pasti

Istrinya sudah pikun
itu kutahu pasti

Yang pasti sudah berbilang bulan
dia hidup tanpa istrinya

Di ruang perawatan itu
dia kini sendiri, diam membisu
matanya terpejam

.....
mfajar irianto
.....
jkt tanjung duren
senin, 22mei2017
pukul10.51

Rabu, Mei 17, 2017

Sudah TELAT-kah?

Kalau baru mau baca Quran
ketika mata sudah sulit melihat
itu mudah-mudahan belum telat...


Kalau baru mau ke masjid
ketika kaki sudah tak bisa melangkah
asam urat kumat
itu semoga belum telat...

Kalau baru tahu manfaatnya sedekah
ketika kekayaan mulai menyusut
itu mudah-mudahan belum telat...

Kalau baru menyadari kebenaran
ayat-ayat alQuran
ketika nyawa sudah di tenggorokan
ini benar-benar sudah telat, kawan


Tak baik menunda kebaikan, kawan


.....
mfajar irianto
.....
jkt, tanjung duren
rabu 17mei2017
pukul 10:04