Adsense

Sabtu, Mei 21, 2016

54

Hmmm.... akhirnya sampai juga aku menikmati usia di angka 54 tahun. 1962-2016. Wow!Patut aku syukuri. Alhamdulillah, terima kasih Tuhan. Engkau telah memberi kesempatan aku hidup sampai di usia ke 54 tahun.

Padahal di tahun 2013. Aku terserang penyakit jantung! Dokter di RS Jantung Harapan Kita, sepakat memutuskan bahwa aku harus di operasi Bypass, ini berdasarkan hasil tindakan kateter. Aku kaget mendengarnya. Aku berpikir dan mengambil keputusan menolak.

Sungguh aku takut di bypass. Bypass serasa usiaku tidak lama lagi. Ah, ini mungkin prasangka burukku saja.

Dan Alhamdulillah, sampai detik ini aku masih diberi kesempatan menghirup udara segar. Walau tidak di bypass. Cukup dengan rutin minum obat penyakit Jantung.

Hadiah terbesar yang sudah kusiapkan untuk ulang tahunku tahun ini adalah terbitnya buku tulisanku. Hmm, sayang terbitnya tidak bisa tepat di hari ulang tahunku, 21 Mei 2016 ini. Nggak apalah.

Mungkin Tuhan tidak berkehendak. Padahal aku sudah maksimal berusaha untuk itu. Tapi apa daya usahaku untuk itu, gagal. Karena ada hambatan ketika mengubah file dari ilustrator ke bentuk pdf. File bentuk pdf adalah file yang umum untuk siap diterima oleh mesin cetak digital ataupun offset.

Mudah-mudahan bisa terbit di tanggal 26 Mei 2016. Seperti yang dikatakan oleh pemilik penerbitan Halaman Moeka. Tempat aku menerbitkan myBook yang pertama.

Wassalam,
SangPenging@T!

Rabu, Mei 18, 2016

Wuihhhhh.... Serunya Bikin Buku

Waktu makin mendesak. Aku berkejaran dengan waktu. ya waktu kerja, waktu ng-edit myBook dan waktu main games. Games favoritku, motogp13, motocros, formula1 2010. Kenapa masih pakai games jadul (kuno) maklum komputerku belum yang canggih-canggih amat. Pentium core two duo.

Tapi lebih dari itu yaitu waktu untuk shalat tepat waktu tak sudi aku melewatkannya. Selama tidak ada halangan yang berarti, seperti hujan atau asam urat lagi kumat. Maka mau tidak mau, harus jamaah di masjid. Entah itu yang dekat rumah, atau dekat kantor (jika jam kerja).

Dan tadi malam aku sampai tidur di kursi di depan komputer. Revisi lagi dan lagi. Maklum kerjaan rangkap, ya penulis, ya desain iklan, ya ikutan jadi editor. Pokoknya seru abiz.

Yang aku rasakan bikin buku itu seperti bikin skripsi. Cuma dosen pembimbingnya ya tidak ada. Jujur aku bikin buku-ku yang pertama ini, harapanku hanya bergantung kepada Tuhan. Selalu berdoa dan berdoa. Wuihhh yang kurasakan ada saja pertolongan-Nya, disaat aku membutuhkan. Misalnya, ketika otakku buntu bingung mau nulis apa untuk merevisi kalimat yang kupikir tidak nyaman dibaca.

Tiga hari belakangan ini aku benar-benar fokus ke myBook. Tidur malam terus. Mata asyik menatap layar monitor komputer. Aku ingin siapa pun yang membeli myBook merasa puas tidak kecewa.

Tadi ke penerbit lagi. Eh, begitu dicek. Pak Catur tanya ini gambarnya kok blur tidak jelas. Selidik punya selidik ternyata aku ketika proses naskah dari indesign ke pdf aku salah pilih kualitas output-nya.

Well, siap lembur lagi malam ini. wow! waktu makin mendekat ke tanggal 21Mei2016. Hmmm, hatiku bertanya apakah bisa terwujud buku pertamaku itu di hari kelahiranku?


Wassalam,
SangPenging@T!

Jumat, Mei 13, 2016

Menyerahkan Naskah ke Penerbit Indie

Sejak kemarin pagi aku sibuk merevisi naskah myBook. Waktu semakin mendesak. Sebab aku ingin di hari ulang tahunku, bukuku bisa diterbitkan. Walau dengan jumlah terbatas. Nggak masalah.

Tadi pagi aku cek ulang. Ternyata wow! di sana sini masih harus ada yang diperbaiki. Antara daftar isi dan isinya di halaman dalam. Ada yang harus disingkronkan. Penulisan nama ayat dan angka ayatnya.

Hmmm ... melelahkan tapi mengasyikkan. Rupanya begini ya, kerjaan editor. Musti memperhatikan kata per kata dengan teliti supaya pembeli buku merasa puas.

Sesuai janji aku jam sebelas jumpa Pak Catur, pemilik penerbit indie. Nama penerbitnya Halaman Moeka. Moga-moga saja ada kecocokan dan mujur. Alias proses cetak dan penjualan saling bersinergi. Ya terutama mudah-mudahan kendala biaya tak jadi persoalan yang berarti.

Wassalam,
SangPenging@T!

Rabu, Mei 04, 2016

Bagaimana Menyikapi Ucapan Orang yang Bikin Sakit Hati?

Kuping aku kadang mendengar ucapan orang yang bikin hati gundah. Ucapan itu umumnya bernada mencemooh, mengejek bahkan memaki. Tapi jujur makian jarang sih aku dengar.

Tetapi selama ucapan itu tidak berpengaruh kepada penghasilan kita atau kenaikan pangkat di kantor. Aku pikir tidak usah diambil pusing. Bikin capek saja!

Sikap kita yang pertama harus sabar. Yang kedua, bertasbih. Hmm... begitulah resep cespleng yang diajarkan Tuhan kepada makhluk-Nya.

Wassalam,
SangPenging@T!